TEKS DESKRIPSI KELAS VII SMP/MTs

  MATERI TEKS DESKRIPSI KELAS VII SMP/MTs

Bagi kamu yang baru duduk di kelas VII SMP/MTs pasti pertama kali akan berhadapan dengan materi Teks Deskripsi. Teks deskripsi merupakan materi genre teks yang sering muncul dalam naskah soal Ujian Nasional. Oleh karenanya, teks deskripsi ini perlu untuk dapat dipahami. Mari kita pahami bersama-sama mengenai pengertian, jenis-jenis, struktur, ciri/kaidah kebahasaan, langkah-langkah membuat teks deskripsi dan contoh-contoh teks deskripsi!

A.      Pengertian Teks Deskripsi

Kata deskripsi adalah kata serapan dari bahasa Inggris description yang merupakan tuturan dari kata kerja to describe yang berarti menggambarkan. Oleh karena itu, teks deskripsi bisa dipahami sebagai teks yang menggambarkan sesuatu. Teks deskripsi adalah teks yang bertujuan untuk menggambarkan atau melukiskan secara rinci dan penggambaran sekonkret mungkin suatu objek, tempat, peristiwa, atau perasaan sehingga pembaca seolah-olah dapat merasakan secara langsung apa yang sedang diungkapkan dalam teks tersebut. Jadi, penulis akan menggambarkan objek, tempat, atau peristiwa secara rinci, seolah-olah penulis dapat merasakan langsung objek yang ia deskripsikan.

B.       Jenis-Jenis Teks Deskripsi

Adapun jenis-jenis teks deskripsi dapat dibedakan menjadi 3 jenis teks di antaranya ada teks deskripsi spasial, subjektif, dan objektif.

1)      Teks deskripsi spasial artinya teks yang dijelaskan dengan objek berupa benda, tempat, ruang, dan lain sebagainya.

2)      Teks deskripsi subjektif adalah teks yang di dalamnya terdapat penggambaran objek berdasarkan atas kesan yang dimiliki oleh penulis teks tersebut.

3)      Teks deskripsi objektif adalah teks berupa penjelasan mengenai objek yang digambarkan apa adanya beradasarkan keadaan objek yang sebenarnya sehingga pembaca bisa membayangkan keadaan tanpa ada penambahan opini dari penulis.

C.      Struktur Teks Deskripsi

1.      Identifikasi/gambaran umum

Bagian yang mengenalkan objek, tempat, peristiwa, dan lain sebagainya. Di dalamnya berisi nama objek, tempat/lokasi, sejarah lahirnya, makna nama, atau ukuran keseluruhan.

2.      Deskripsi bagian

Bagian yang memuat gambaran rinci dari objek yang digambarkan, berisi perincian bagian objek tetapi diperinci berdasarkan tanggapan subjektif penulis.

3.      Penutup

Berisi kesan umum yang didapatkan oleh penulis setelah melihat objek tersebut.

D.      Ciri/Kaidah Kebahasaan Teks Deskripsi

Berikut ciri/kaidah kebahasaan dari teks deskripsi di antaranya:

1. Penggunaan Kalimat Perincian untuk Mengongkretkan

Teks deskripsi berisi kalimat perincian kata benda dan kata yang mengikuti kata benda itu (yang menjelaskan).

Kalimat

Kalimat perincian untuk menjelaskan

Ayahku orang yang baik

Dia ramah kepada setiap orang yang lewat di depannya.

Dia bertutur kata sopan dan tak segan-segan membantu orang yang membutuhkan pertolongannya.


2.      
Penggunaan Kalimat yang menggunakan cerapan pancaindra

Teks deskripsi berisi kalimat yang seolah-olah dapat dilihat, didengar, dan dirasakan.

Seolah-olah kita melihat

Seolah mendengar

Seolah merasakan

Air jernih dengan buih-buih kecil

Gemericik air menuruni lembah terdengar bersahutan.

Segarnya air menyentuh sampai ke tulang-tulang.


3.      
Penggunaan kata dengan kata (k, p, t, s)

Penulisan kata berimbuhan pada teks deskripsi.

Kalimat

Telaah penulisan kata

Kaila mempromosikan desain baju yang telah dirancangnya.

(meN- + promosi) fonem tidak luluh karena setalah awalan meN- diikuti oleh kata dasar yang diawali dengan pr yang meruakan kluster.

Ibuku seringkali menyapu lantai dengan bersenandung.

(meN- + sapu) – huruf luluh menjadi meny karena setelah awalan meN- diikuti oleh kata dasar yang diawali dengan huruf s.


4.      
Penggunaan sinonim pada teks deskripsi

Kata

Sinonim

Kalimat pada Teks

Indah

elok, permai, molek

Dia berwajah elok hingga banyak lelaki mendekatinya.


5.      
Penggunaan kata depan pada teks deskripsi

Kata Depan

Kalimat

Di

Pantai Ngebum terletak di Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kendal.


6.      
Penggunaan kata khusus

Kata umum adalah kata yang luas ruang lingkupnya dan adapt mencakup banyak hal. Kata-kata yang termasuk dalam kata umum disebut dengan hipernim. Kata khusus adalah kata yang ruang lingkup dan cakupan maknanya lebih sempit. Kata umum dan kata khusus sebenarnya sinonim, tetapi dengan makna yang lebih khusus.

Kata Umum

Kata Khusus

Indah

elok, molek, cantik, menawan, menakjubkan, memesona, manis

Melihat

menonton, menyaksikan, memandang, mengamati, dan memerhatikan

Kata khusus merupaka sinonim kata umum, tetapi dengan tambahan makna atau lebih formal, Misalnya, kata keren dan dahsyat sinonim kata menarik, tetapi ragam tidak formal. 

7. Penggunaan kata depan di-dan huruf kapital

Tempat

Arah

di Lombok, di Toraja

di bagian barah rumah Tangkonan


8.      
Mendaftar kalimat bermajas

Teks

Kalimat Bermajas

1

Kesiur angin menerbangkan rambutku.

2

Mendadak tubuhku kaku akibat sentuhan tangan lembutmu.


9.      Penggunaan pilihan kata yang bervariasi

Teks deskripsi menggunakan kosakata secara segar dengan variasi kata yang luas.

Kata

Kalimat

indah, elok, permai, molek

Wajahmu teduh nan elok.

jernih, bersih

Telapak tangan kananku menyentuh air jernih sungai ini.


E.       
Langkah-langkah membuat teks deskripsi:

1. menentukan tema (objek yang akan dibahas);

2. menentukan tujuan;

3. kumpulkan data-data dan lakukan pengamatan secara langsung mengenai objek yang akan dibahas;

4. setelah data-data terkumpul, susunlah data tersebut menjadi kerangka karangan; dan

5. uraikan kerangka karangan menjadi teks deskripsi yang disesuaikan dengan topik.

Contoh Teks Deskripsi

Pantai Ngebum yang Memukau

Kendal adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang berada tepat di wilayah Pantura (Pantai Laut Utara Jawa). Hal ini membuat Kabupaten Kendal memiliki destinasi wisata Pantai yang jumlahnya banyak. Salah satu wisata Kabupaten Kendal yang terkenal adalah Pantai Ngebum yang berada di Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal.

Kali pertama kita menginjakkan kaki di sana, kita akan langsung disuguhkan oleh hamparan pasir hitam yang sangat luas dengan pantai yang biru dan jernih. Deburan ombak di pantai ini mengingatkan kita akan irama lagu yang merdu memecah suasana pilu. Tempatnya jauh dari keramaian kota berada di pelosok desa Mororejo. Hal ini membuat udara di pantai Ngebum begitu segar saat kita hirup masuk ke rongga paru-paru kita.

Di sore hari, pantai Ngebum begitu elok di pandang. Dengan semburat warna keemasah dari arah barat menerpa air pantai membuat pemandangan pantai ini begitu memukau. Banyaknya pengunjung yang datang di pagi dan sore hari, membuat pantai ini menjadi terkenal. Apalagi di hari libur, Sabtu Minggu pengunjungnya membludak. Pengunjung yang seringkali data ke pantai ini adalah warga yang rumahnya di sekitar pantai. Tidak hanya itu, bahkan yang rumahnya jauh pun rela untuk berkunjung ke pantai ini untuk sekadar melepas penat atau berekreasi bersama keluarga. Tidak hanya pengunjungnya yang banyak, wisata pantai ini juga menyuguhkan berbagai transportasi seperti andong, motor trill (motor yang berukuran kecil), dan mobil Bonboncar (mobil berukuran mini) yang siap membawa kita berkeliling pantai ini dengan puas.

Sumber Pustaka:

Harsiati, Titik, dkk. Bahasa Indonesia kelas VII SMP/MTs. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Yuksinau.id. Teks Deskripsi. Online.

Cerdika.com. Teks Deskripsi. Online.

Komentar